6. Pakistan
Perempuan telah menjadi target kekerasan dan pelecehan di Pakistan. Bahkan, dikabarkan 90% perempuan di Pakistan mengalami KDRT.
Tak hanya itu, praktik pembunuhan demi kehormatan juga masih meraja lela, dan ekstrimise yang menargetkan perempuan di berbagai sektor pekerjaan juga masih banyak terjadi.
Sayangnya, negara ini masih kekurangan undang-undang yang mengatur tentang kekerasan pada perempuan.
7. Republik Demokratik Kongo
Pertumpahan darah yang terjadi di negara ini telah menewaskan jutaan jiwa. Para wanita yang masih hidup pun harus mengalami berbagai kekerasan yang dilakukan oleh para pihak yang bertikai.
Perempuan di Kongo harus menerima kenyataan pahit setiap harinya. Pasalnyam, sekitar 1.100 perempuan diperkosa setiap hari sejak 1996. Hal ini membuat banyak wanita hamil. Naasnya, 57% wanita hamil masalah kesehatan dan mereka tidak bisa menandatangani dokumen hukum tanpa seizin suami.
8. Yaman
Akses layanan kesehatan yang buruk, sumber daya ekonomi, praktik budaya dan tradisional, dan kekerasan non seksual serta seksual kerap terjadi di negara ini. Yaman memang tengah mengalami krisis kemanusiaan. Terlebih para perempuan yang ada disana. Mereka rentan mengalami pelecehan dan eksploitasi fisik serta psikologis.
9. Nigeria
NIgeria dinobatkan sebagai negara paling buruk bagi wanita atau perempuan karena memiliki tingkat perdagangan manusia yang tinggi dan praktik pelecehan serta kekerasan pada perempuan yang meraja lela.
10. Amerika Serikat
Negara Paman Sam menjadi satu-satunya negara barat yang ada pada daftar ini. Meski memiliki citra yang modern, rupanya kekerasan seksual, pelecehan, dan keadilan dalam kasus pemerkosaan di negara ini belum terrealisasikan sepenuhnya.
Ribuan wanita pernah melakukan kampanye tentang kekerasan dan pelecehan seksual yang pernah mereka alami dan ini menjadi bukti jika kejahatan terhadap perempuan di AS masih banyak terjadi.
Itulah 10 negara terburuk bagi perempuan di dunia 2022.
(Salman Mardira)