Sementara itu, pihak Kementerian Kesehatan sendiri menjelaskan masih belum bisa memastikan apa penyebab pasti dari gangguan ginjal akut pada anak ini. Sebab data dan investigasi lebih detail masih dibutuhkan.
Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Yanti Herman mengatakan Kemenkes masih memerlukan waktu untuk menentukan apa penyebab dari jenis penyakit yang belum pernah terjadi seperti ini. Mengingat hasil analisis metagenomik untuk gangguan ginjal akut ini belum selesai.
"Butuh waktu untuk bisa menilai etiologi, atau penyebab suatu penyakit yang tidak pernah terjadi sebelumnya seperti gangguan ginjal akut ini. Kami masih melakukan investigasi ” terang Yanti Herman dalam konpres virtual pada Jumat 14 Oktober lalu.
BACA JUGA: Warning! Sudah Ditemukan Sejumlah Kasus Gagal Ginjal Akut Misterius pada Anak di Jabar
BACA JUGA:Waspada Gangguan Ginjal Akut, Kemenkes: Anak yang Air Seninya Sedikit Harus Dibawa ke RS
(Rizky Pradita Ananda)