KASUS gangguan ginjal akut pada anak tengah terus menyorot perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia.
Tercatat, sudah lebih dari 30 anak yang dilaporkan meninggal dunia akibat gagal ginjal akut yang penyebab pastinya sampai saat ini masih belum diketahui para ahli, alias masih misterius.
Menanggapi kasus gangguan ginjal akut yang juga terjadi pada ratusan, kurang lebih 152 anak dan 25 anak yang meninggal di Indonesia, Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman dengan gamblang menyebutkan kejadian ini jadi cerminan nyata betapa masih buruknya sistem kesehatan masyarakat di Tanah Air.
"Kasus kematian anak, adalah indikator buruknya kesejahteraan, kemakmuran, dan kesehatan satu negara," ujar Dicky singkat saat dihubungi MNC Portal, Senin (17/10/2022).
Mengapa demikian? Dicky menuturkan, melalui angka kasus kematian anak karena suatu penyakit, mengindikasikan cara dan alur penanganan yang lamban di satu wilayah atau negara.
"Karena telat terdeteksi, terdiagnosis, dan ditangani, makanya anak bahkan ibu hamil meninggal dunia," serunya.
Dari kacamatanya sebagai ahli kesehatan, Dicky menyarankan beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah dan pihak terkait yang bertanggung jawab atas kejadian meninggalnya sejumlah anak akibat kasus penyakit gangguan ginjal akut ini.