Serangan Bakteri Kebal Antibiotik di India, Ahli Kesehatan: Pandemi Baru

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Kamis 13 Oktober 2022 09:31 WIB
Ilustrasi, (Foto: Freepik)
Share :

Prof Beri menjelaskan, resistensi antibiotik ini sebetulnya masalah natural. Artinya, bakteri kan yang pada dasarnya ingin hidup dan berkembang, sehingga membuat dirinya menjadi resisten terhadap antibiotik.

Namun, menjadi masalah besar ketika angka kejadiannya amat dipercepat oleh salah guna antibiotik. Salah guna ini adalah antibiotik digunakan tidak pada tempatnya atau dipakai sembarangan.

"Misalnya infeksi virus, tapi dikasihnya antibiotik. Pada awal pandemi Covid-19, banyak sekali pasien mendapat antibiotik macam-macam yang menyebabkan perubahan dalam resistensi kuman," ungkapnya.

Gegara tubuh resisten antibiotik, dampaknya pasien bisa menjadi lebih lama dirawat di rumah sakit lalu biaya pasien menjadi bertambah dan angka kematian juga menjadi lebih tinggi.

"Resistensi antibiotik ini bisa terjadi di mana pun. Bisa terjadi di India, Amerika Serikat, Indonesia, dan ke siapa saja. Tidak tergantung usia. Contohnya di India tadi. Artinya, dari bayi baru lahir sampai lanjut usia, ya, berisiko resisten antibiotik," paparnya.

Sebagai imbauan yang patut diperhatikan, ia memberi pesan bahwa masyarakat harus begitu berhati-hati dalam menggunakan antibiotik. Jika memang tak ada indikasi dan resep dari dokter, sebaiknya tidak dikonsumsi.

 BACA JUGA:3 Bakteri Penyebab Penyakit Kelamin, Awas Bisa Menular

BACA JUGA:Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak Mencapai 131 Orang, Ini Gejalanya dari Hari ke Hari!

"Atau, jangan juga melanjutkan resep antibiotik milik salah seorang teman atau keluarga, karena merasa punya penyakit yang sama," tegas Prof Zubairi.

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya