4. Skip makan malam dengan keluarga: Jika anak Anda terus-menerus menghindari acara makan ini, itu mungkin karena mereka mencoba menyembunyikan sesuatu yang sedang mereka perjuangkan. Ini juga bisa menjadi tanda gangguan makan, gejala umum dari kondisi ini adalah membuat alasan untuk tidak makan bersama.
5. Suka tiba-tiba marah atau menangis: Ledakan kemarahan atau air mata secara teratur yang dipicu dari hal-hal sekecil apa pun, dan tanpa alasan sama sekali merupakan tanda bahwa anak sedang berjuang untuk memproses emosinya, atau mereka sedang berjuang untuk mengatasi pikiran dan perasaan tertentu. Berikan waktu yang cukup bagi Anda berdua untuk menenangkan diri, sebelum Anda mendekati anak untuk menindaklanjutinya.
6. Tak mau lagi melakoni hobi: Waspadalah terhadap anak yang tiba-tibamemilih keluar dari hal-hal yang dulu mereka sukai. Dr. Melinda menjelaskan jika anak Anda tiba-tiba memutuskan untuk berhenti dari tim olahraga, klub atau hobi mereka tanpa penjelasan, terutama jika anak sebelumnya suka pergi atau aktif beraktivitas, orang tua perlu untuk memperhatikan dan mencari tahu apa pemicu berhentinya.
7. Tugas sekolah terganggu: Perubahan nilai dan perilaku yang konsisten di sekolah dapat menandakan ada masalah pada anak. Maka dari itu, orang tua diimbau berhubungan aktif dengan guru anak di sekolah, karena guru lah yang sering melihat perubahan perilaku dan sikap anak terhadap tugas sekolah. Jika sudah ada kecemasan dari guru tentang nilai yang menurun atau deadline tugas yang terlewat, alasannya bisa lebih dari sekadar kemalasan. Dokter Melinda menyarankan orang tua untuk aktif bertanya pada guru, bagaimana perasaan aak tentang atau apa yang terjadi pada anak di sekolah.
BACA JUGA:Terjadi Perubahan Pola Makan dan Tidur, Deteksi Yuk Gejala Gangguan Mental!
(Rizky Pradita Ananda)