Bukan Hanya Flu, Leptospirosis Juga Perlu Diwaspadai Saat Musim Hujan!

Wiwie Heriyani, Jurnalis
Sabtu 08 Oktober 2022 16:00 WIB
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Share :

MUSIM hujan sudah tiba, beberapa waktu belakangan ini beberapa titik di wilayah Jabodetabek kerap dilanda intensitas hujan yang mulai cukup tinggi.

Ini artinya, kita harus waspada dengan segala macam penyakit yang mengancam di musim hujan. Bukan hanya masuk angin, batuk, flu, demam, hingga diare. Namun, salah satu penyakit yang perlujuga diwaspadai saat musim hujan tiba yakni Leptospirosis.

Mungkin masih terdengar cukup asing di telinga masyarakat Indonesia, mengingat memang Leptospirosis ini adalah salah satu penyakit langka. Penyakit ynag disebabkan oleh infeksi bakteri Leptospira interrogans.

Bakteri Leptospira sebagai penyebab diketahui bisa menyebar melalui air urin atau darah hewan yang terinfeksi. Beberapa hewan yang bisa menjadi perantara penyebaran leptospirosis contohnya tikus, anjing, sapi, dan babi.

Penyebaran penyakit Leptospirosis ini sendiri, bisa terjadi melalui air atau tanah yang telah terkontaminasi ai kencing hewan pembawa bakteri Leptospira. Seseorang bisa terkena leptospirosis, ketika terkena urin hewan tersebut atau ada kontak dengan air atau tanah yang telah terkontaminasi.

Ya, Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis, penyakit yang bisa menginfeksi manusia sekaligus ke sesama hewan, seperti anjing ke sesama anjing. Infeksi bakteri ini banyak terjadi di daerah beriklim tropis yang memiliki curah hujan tinggi seperti Indonesia.

Lantas apa saja sih gejalanya? Nah, patut diperhatikan sangat mengingat pada beberapa kasus, gejala Leptospirosis umumnya tidak muncul sama sekali loh! Namun, pada kebanyakan penderita yang telah terpapar bakteri Leptospira, biasanya baru akan mengalami beberapa gejala yang muncul dalam 2 hari hingga 4 minggu.

Gejala awal yang umum, mulai dari demam tinggi dan menggigil, sakit kepala, diare, mual dan muntah, tidak nafsu makan, nyeri otot, sakit mata, dan bintik-bintik merah pada kulit.

Keluhan di atas biasanya pulih dalam waktu satu pekan, namun pada sebagian kasus, penderita bisa juga mengalami penyakit leptospirosis tahap kedua, yang disebut dengan penyakit Weil.

Penyakit ini adalah imbas, alias akibat adanya peradangan yang disebabkan oleh infeksi dan dapat berkembang di satu hingga tiga hari paska gejala leptospirosis muncul. Keluhan yang muncul pun bermacam-macam karena tergantung pada organ mana yang terinfeksi.

Umumnya, gejala dan tanda penyakit Weil seperti demam, penyakit kuning, sulit buang air kecil, sesak napas, nyeri dada, hingga pembengkakan pada tangan dan kaki, hingga batuk berdarah. Demikian sebagaimana dihimpun dari MedicalNewsToday dan Alodokter, Sabtu (8/10/2022).

 BACA JUGA:Jumlah Dokter Penyakit Dalam Maupun Kanker Masih Minim

BACA JUGA:Indonesia Menuju Endemi, Ingat Penyakit Tak Biasa Tetap Mengintai!

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya