Hal tak terduga pun terjadi. Tiba-tiba saja terdengar suara lantang dari arah belakang berujar; “Wahai Syaikh, tidak begini cara salat para fuqaha!” bunyi suara itu.
Syaikh Ali pun kaget bukan kepalang mendengar suara itu. Tak ditemukan seorangpun di masjid itu selain dirinya. Setelah ditelusuri, sumber suara tersebut ternyata berasal dari salah satu tiang masjid.
Sadar salatnya belum khusyu' Syaikh Ali kemudian mengulangi dan memperbaiki tatacara (kaifiyat) salat beserta adabnya. Cerita itu cepat tersebar ke seluruh penjuru Kota Tarim. Untuk mengenangnya, dipahatlah tulisan tadi yang dapat dilihat di Masjid Baharmi sampai sekarang.
Masjid Baharmi juga menjadi saksi atas puluhan generasi, yang telah menjadi tempat beribadahnya para ulama besar dan waliyullah di zamannya.
Selain untuk beribadah, Masjid Bahrmi juga kesehariannya berfungsi sebagai tempat pengajian berbagai macam kitab salafunas shalih, di mana salah satunya ialah kitab karangan Imam Al-Haddad dan ulama masyhur lainnya.
(Rizka Diputra)