Pemindaian ultrasound panggul dilakukan untuk memeriksa kandung kemih mereka kosong sebelum diminta untuk menyemprotkan cairan tersebut. Dilakukan pemindaian kedua hingga ketiga kalinya untuk memeriksa apakah kandung kemih mereka benar-benar kosong saat sebelum mencapai klimaks.
Hal ini diungkapkan dalam Journal of Sexual Medicine, yang menyimpulkan bahwa cairan tersebut adalah urin.
Sedangkan studi aneh yang dilakukan di Jepang melibatkan lima wanita yang berusia 30-an, 40-an, dan 50-an mencapai klimaks di laboratorium dan mampu melakukan squirting, baik melalui hubungan seks dengan pasangan mereka atau masturbasi. Tepat sebelum squirting dimulai, tim Klinik Miyabi Urogyn memasuki ruangan untuk menangkap emisi dalam cangkir. Mereka mengakui hal tersebut sulit. Semua cairan yang disemprotkan ini berwarna biru.
Dr Jessica Påfs, seorang seksolog yang berbasis di University of Gothenburg di Swedia, mengatakan, "Ini menegaskan bahwa menyemprotkan tampaknya berasal dari kandung kemih."
(Dyah Ratna Meta Novia)