Koleksi Batik ‘Sakanti Samasta’ dipilah dalam tiga seguence atau tiga tema utama, yaitu Qian, Saga dan Kai.
Pada sequence Qian, koleksinya bertema peranakan atau akulturasi budaya Cina dengan konsep warna Yin-yang juga diwarnai palet warna yang menjadi simbol kemakmuran pada budaya Cina. Dalam sequence ini, motif-motif seperti Liong, Barong, Lokcan, Merak, dan Phoenix ditonjolkan sebagai ikon motif utama.
Sementara dalam sequence Saga menampilkan motif-motif batik dengan akulturasi budaya Eropa, khususnya Belanda yang terepresentasi melalui koleksi bernuansa biru, jingga, dan putih.
Pewarnaan dengan teknik Lasem memberikan kesan akhir yang lebih carthy. Motif batik yang ditampilkan pada sequence ini terinspirasi dari dongeng klasik yang dilengkapi dengan stilasi hewan seperti, rusa, merak, dan burung. Ikon motif Eropa yaitu Buketan (hand bouguet) juga dihadirkan dengan motif utamanya, Tulip.
Terakhir, ada sequence Kai yang mencerminkan akulturasi budaya Jepang tampil dalam variasi koleksi yang sarat akan warna cerah yang mengedepankan penggunaan teknik Coletan. Teknik pewarnaan coletan ini memungkinkan untuk dapat menampilkan komposisi warna cerah dan beragam.
Pada beberapa look Batik, terlihat ditampilkan juga pewarnaan gradasi serta teknik patchwork dalam mengaplikasikan elemen batik pada beberapa looks sequence tersebut.
BACA JUGA:Bawa Keindahan Bunaken, Batik Pukau New York Fashion Week
BACA JUGA:Cantiknya Farah Quinn Pakai Dress Batik di Runway New York Fashion Week
(Rizky Pradita Ananda)