PUSAT Keamanan Pangan Hong Kong, Center for Food Safety (CFS) mengumumkan pihaknya telah menemukan adanya kandungan Etilen Oksida di dalam salah satu produk mi instan asal Indonesia.
Menindaklanjuti temuan ini, pemerintah setempat sendiri sudah mengimbau masyarakatnya untuk tidak mengonsumsi mi instan tersebut. Mengingat Etilen Oksida dianggap berbahaya bagi kesehatan, apalagi jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. Bahan kimia tersebut bahkan diketahui bisa menyebabkan kanker payudara.
Mengutip Pusat Pengendalian dan Pencegahan Amerika Serikat (CDC), Rabu (28/9/2022) EtO atau Etilen Oksida adalah bahan kimia berbentuk gas yang tidak berwarna dan mudah terbakar pada suhu kamar dan cairan di bawah 51 derajat Fahrenheit. Secara fungsi, EtO biasanya dipakai untuk membuat zat kimia dalam industri, produk perawatan tubuh, consumer goods, pun untuk mensterilkan beberapa perangkat medis.
Pada beberapa kasus, EtO dapat dimanfaatkan juga untuk insektisida, kosmetik, detergen, obat-obatan, hingga sampo. Tak hanya itu, EtO juga sering digunakan sebagai bahan tambahan dalam pestisida dan pengawet rempah-rempah.
Lantas bagaimana jika kandungan EtO ini terdapat dalam makanan, dikonsumi dan masuk ke dalam tubuh? Menurut CDC ( dengan catatan penelitian lebih lanjut tentang efek samping menelan EtO masih diperlukan), efek samping menelan EtO bisa kemungkinan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Mulai dari sakit kepala, rasa kantuk, tubuh terasa lemah dan kelelahan, mual muntah, sulit bernapas, diare, mMata dan kulit terbakar, frostbite (kerusakan kulit akibat suhu sangat dingin) bahkan keguguran dan efek pada sistem reproduksi
Pada kasus lebih serius, Etilen Oksida disebut bisa menyebabkan munculnya cairan di dalam paru-paru yang menyebabkan paru-paru kolaps, koma, kardiovaskular kolaps, dan kelumpuhan otot pernapasan. Melihat bahaya ini, bahkan sejak 2003 pemerintah Australia sudah tidak mengizinkan penggunaan Etilen Oksida pada makanan.
Tidak hanya itu, bahaya dari EtO bahkan diketahui bisa menghancurkan DNA. Oleh karenanya, bahan kimia tersebut dianggap bisa meningkatkan risiko kanker tertentu. Merujuk pada studi yang dipublikasi US Environmental Protection Agency (EPA) menyebutkan, paparan Etilen Oksida jangka panjang bisa menyebabkan kanker sel darah putih, termasuk limfoma non-Hodgkin, myeloma, dan leukemia limfositik. Paparan EtO juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita.
BACA JUGA:9 Bahaya kelebihan Gula, Salah Satunya Gampang Jerawatan!
(Rizky Pradita Ananda)