Tidak hanya itu, stres juga dapat memicu peningkatan tekanan darah yang mana kondisi tersebut, kata dr Radityo, bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan/atau stroke.
Artinya, bekerja berlebihan sampai akhirnya menglami stres, depresi, dan ansietas, bukan hanya menggerus kesehatan mental. Tapi berpengaruh juga pada kesehatan fisik secara menyeluruh, termasuk di dalamnya kesehatan jantung.
Itu kenapa, salah satu saran yang dianjurkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, untuk mencegah penyakit jantung adalah dengan mengelola stres. Sehingga faktor risiko penyakit jantung bisa ditekan.
"Salah satu cara mencegah penyakit jantung adalah mengelola stres. Jika stres dikelola dengan baik, maka dapat meminimalisir masalah kesehatan fisik, termasuk penyakit jantung," terang Eva Susanti, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes.
Namun ingat, mengelola stres dengan baik saja tentu tidak cukup. Tapi semua ini juga harus dibarengi dengan kebiasaan cek kesehatan secara rutin, menghindari rokok, rajin aktivitas fisik, diet seimbang, dan istirahat yang cukup untuk menjaga kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan.
(Rizky Pradita Ananda)