Mengenal Kimono dan Waktu yang Tepat Memakainya dalam Kebudayaan Jepang

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis
Rabu 28 September 2022 20:00 WIB
Remaja Jepang mengenakan kimono saat perayaan Hari Kedewasaan (Foto: BBC)
Share :

KIMONO merupakan pakaian tradisional Jepang yang telah ada sejak zaman Jomon atau era prasejarah kepulauan Jepang. Seiring berjalannya waktu, kimono terus mengalami perubahan menganut pengaruh pada zamannya.

Pada periode Meiji, Kimono masih terus digunakan untuk menyebut pakaian tradisional Jepang, namun arti Kimono menjadi lebih sempit. Yakni, khusus jubah yang berbentuk seperti huruf ‘T’ menyerupai mantel berlengan panjang dan berkerah.

Sebagai pakaian tradisional, Kimono digunakan masyarakat Jepang sebagai pakaian sehari-hari. Sayangnya, setelah budaya Barat datang, kimono tak lagi dikenakan sebagai pakaian sehari-hari namun hanya waktu-waktu tertentu saja.

Lantas, kapan orang Jepang memakai kimono?

Kimono masih berfungsi sebagai pakaian tradisional yang dikenakan masyarakat Jepang dalam menghadiri festival dan upacara formal. Meski demikian, ada pula yang masih menggunakan kimono dalam kegiatan sehari-hari.

Umumnya orang-orang itu adalah para pekerja rumah makan khas Jepang, para pegawai atau pekerja di penginapan tradisional Jepang, ataupun atlet Sumo yang memang dalam kehidupan sehari-harinya diharuskan untuk memakai Kimono sebagai pakaiannya.

Masyarakat Jepang sendiri yang masih mengindahkan tradisi dan kebudayaannya beranggapan bahwa kimono memiliki makna dalam setiap pemakainya. Selain itu, menggambarkan keselarasan bila dipakai dalam suatu perayaan yang sesuai dengan Kimono tersebut.

Oleh sebab itu, dalam beberapa perayaan seperti Shichi-Go-San, Seijin Shiki, upacara pernikahan, upacara kematian, upacara minum teh, dan upacara wisuda, Kimono masih digunakan oleh sebagian besar masyarakat Jepang.

Sebagai informasi, kimono sendiri dapat digunakan baik laki-laki maupun perempuan. Keduanya berbeda, kimono laki-laki dalam hal warna dan motif lebih sederhana, bentuknya pun lurus tanpa memiliki panjang yang lebih.

Untuk bentuk Obi laki-laki lebih kecil dan berwarna lembut serta tidak ada kimono laki-laki khusus seperti Kimono perempuan. Sementara kimono perempuan cukup beragam, mulai dari Uchikake, Houmongi, Omeshi, Yukata, Tomesode, Mofuku, Iromuji, dan Furisode.

(Salman Mardira)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya