KEBIASAAN makan tengah malam ternyata bisa berakibat bagi kesehatan mental. Ya, hal itu dapat terjadi selain memicu berat badan berlebih, kadar gula darah berlebih dan kolesterol. Melansir dari Heathline, orang yang menjalani kerja shift malam atau kebiasaan beraktivitas di malam hari dengan pola makan tengah malam mengalami peningkatan gejala depresi dan kecemasan.
Studi dari Current Sleep Medicine Reports pada 2017, orang yang bekerja shift malam memiliki ketidakselarasan sirkadian atau siklus tidur dan bangun. Hal ini dapat meningkatkan risiko obesitas, sindrom metabolik, diabetes tipe-2, dan gejala kesehatan mental seperti depresi serta kecemasan berlebihan.
“Temuan kami memberikan bukti bahwa asupan makanan menjadi kebiasaan baru yang berpotensi merusak suasana hati pada individu yang mengalami misalignment sirkadian. Seperti orang yang terlibat dalam kerja shift, mengalami jet lag, atau menderita gangguan ritme sirkadian,” terang Frank AJL Scheer, PhD selaku penulis dan direktur Program Kronobiologi Medis di Brigham and Women's Hospital di Boston.
Penelitian tersebut membagi para partisipan ke dalam dua kelompok makan, yaitu kelompok yang hanya makan pada siang hari, dan kelompok makan siang dan malam. Dari penelitian tersebut diketahui orang yang makan di siang dan malam hari mengalami peningkatan 26 persen depresi dan 16 persen kecemasan.
Sementara, orang yang makan hanya di siang hari tidak melihat perubahan signifikan dalam tingkat suasana hati seperti depresi atau kecemasan.
Studi ini juga menjelaskan perbedaan suasana hati antara kedua kelompok tidak mungkin disebabkan oleh faktor lain. Sebab, kondisi penelitian sama untuk kedua kelompok, kecuali waktu makan.
“Pekerja shift malam serta individu yang mengalami gangguan sirkadian, termasuk jet lag dapat mengambil manfaat dari intervensi waktu makan kami,” ujar co-koresponden penulis Dr Sarah L. Chellappa.
Oleh sebab itu, agar terhindar dari perubahan kesehatan mental dan kesehatan tubuh lainnya sebisa mungkin jaga pola asupan makan terutama jadwal makan dan sumber nutrisinya.
(RIN)
(Rani Hardjanti)