KEBIASAAN makan tengah malam ternyata bisa berakibat bagi kesehatan mental. Ya, hal itu dapat terjadi selain memicu berat badan berlebih, kadar gula darah berlebih dan kolesterol. Melansir dari Heathline, orang yang menjalani kerja shift malam atau kebiasaan beraktivitas di malam hari dengan pola makan tengah malam mengalami peningkatan gejala depresi dan kecemasan.
Studi dari Current Sleep Medicine Reports pada 2017, orang yang bekerja shift malam memiliki ketidakselarasan sirkadian atau siklus tidur dan bangun. Hal ini dapat meningkatkan risiko obesitas, sindrom metabolik, diabetes tipe-2, dan gejala kesehatan mental seperti depresi serta kecemasan berlebihan.
“Temuan kami memberikan bukti bahwa asupan makanan menjadi kebiasaan baru yang berpotensi merusak suasana hati pada individu yang mengalami misalignment sirkadian. Seperti orang yang terlibat dalam kerja shift, mengalami jet lag, atau menderita gangguan ritme sirkadian,” terang Frank AJL Scheer, PhD selaku penulis dan direktur Program Kronobiologi Medis di Brigham and Women's Hospital di Boston.