Penelitian di atas tersebut lah yang mendasari penelitian yang dilakukan oleh Jill Hollenbach dan tim untuk melihat cara kerja virus SARS-CoV-2 menginfeksi manusia, yang mana lebih kompleks daripada karena cara SARS-CoV-2 menginfeksi sel berbeda dari virus HIV.
Penelitian menemukan bahwa virus SARS-CoV-2 menggunakan reseptor ACE2 (reseptor yang mengatur tekanan darah tubuh) dan sangat vital bagi manusia. Namun, peneliti menjelaskan bahwa mungkin ada mutasi yang lebih halus pada ACE2 yang bisa berperan dalam resistensi terhadap SARS-CoV-2.
Selain itu, kemungkinan lainnya adalah orang yang belum pernah terinfeksi Covid -19 memiliki mutasi pada gen selain ACE2, dan mutasi ini mungkin tidak menghindarkan 100 persen dari serangan infeksi, tetapi melindungi agar tidak sakit. Jadi memiliki salah satu dari mutasi ini akan membuat orang tersebut menjadi semacam Covid -19 ‘mini dodger’.
Sejak pandemi dimulai, tim peneliti University of California tersebut mempelajari orang-orang positif Covid -19 namun tanpa gejala seperti batuk atau tenggorokan gatal. Setelah menganalisis DNA dari lebih dari 1400 orang, peneliti akhirnya dapat mengidentifikasi kehadiran mutasi gen HLA yang sangat penting selama tahap awal infeksi.