Suman menyebutkan, nilai rendah yang didapat para murid, karena nilai praktik tidak disertakan di dalamnya. Sebab, untuk nilai tersebut, adalah wewenang kepala sekolah.
“Itu terjadi karena nilai praktik mereka tidak dimasukkan, yang mana harus dilakukan oleh kepala sekolah. Jadi kami tidak bisa mengambil langkah apa pun dalam hal ini," kata Suman.
Meski sudah ada bukti kuat terjadi tindak kekerasan dan penganiayaan, kabarnya pihak sekolah memutuskan untuk tidak mengajukan pengaduan terhadap para siswa yang terlibat karena mencemaskan masa depan dan karir para siswa. Sejauh ini, masih belum jelas hukuman apa yang kelak akan didapatkan para siswa,
BACA JUGA:Viral Guru Honorer Bergaji Rp200 Ribu Belikan Muridnya Dasi, Netizen Terharu: Semoga Jadi PNS
BACA JUGA:Viral Ibu-ibu Makan Pakai Kuku yang Sangat Panjang sebagai Ganti Sendok Garpu
(Rizky Pradita Ananda)