Biasanya, empati ke pelaku kejahatan muncul ketika Anda sudah mengetahui latar belakang pelaku, motif di balik sang pelaku melakukan tindakan keji, atau koneksinya dengan orang terdekat.
Nah, untuk membedakannya antara empati biasa dan Stockholm syndrome, berikut adalah ciri-ciri sindrom Stockholm. Pertama, punya simpati pada perbuatan dari orang yang melakukan tindakan kejahatan.
Kemudian ada perasaan positif terhadap para penculik atau pelaku kekerasan, dan terakhir yakni memiliki perasaan negatif terhadap polisi atau figur otoritas lain yang menangkap si pelaku kejahatan.
Sindrom ini, disebutkan lebih lanjut juga bisa dialami oleh korban kekerasan itu sendiri. Sayangnya, sejauh ini belum ada penelitian lebih lanjut mengapa orang yang menjadi korban kekerasan bisa bersimpati terhadap pelaku kejahatan.
Kondisi ini terjadi akibat naluri alami manusia untuk bertahan hidup, sehingga dia pun membangun ikatan emosional dengan musuhnya. Demikian sebagaimana dihimpun dari berbagai sumber, Senin (5/9/2022).
BACA JUGA:Kenali 12 Gejala Amnesia, Jangan Anggap Remeh
BACA JUGA:Suka Nyeri Hebat Saat Haid? Waspada Gejala Endometriosis yang Bisa Pengaruhi Kesuburan
(Rizky Pradita Ananda)