Berempati ke Pelaku Kejahatan? Waspada Gejala Sindrom Stockholm!

Wiwie Heriyani, Jurnalis
Senin 05 September 2022 18:15 WIB
Ilustrasi (Foto: Freepik)
Share :

BEBERAPA waktu belakangan ini, masyarakat cukup dibuat ‘kenyang’ dengan pemberitaan kasus-kasus kejahatan yang masif di berbagai media.

Kencangnya pemberitaan ini tak hanya menguras emosi, di sisi lain juga menimbulkan empati pada sebagian orang. Namun, bukan saja berempati terhadap korban, tapi juga terhadap pelaku kejahatan.

Ya, Anda tidak salah membaca kok! Nyatanya, ada loh orang-orang yang justru merasakan empati kepada pelaku kejahatan.

Ternyata, rasa empati terhadap pelaku kejahatan ini cukup familiar dalam dunia psikologi, yakni disebut sebagai Stockholm Syndrome. Mengutip WebMD, Stockholm syndrome merupakan bentuk mekanisme koping (Coping Mechanism) untuk melindungi diri dari trauma.

Rasa lelah untuk melawan kondisi juga bisa menjadi penyebab munculnya sindrom ini. Stockholm syndrome, adalah bentuk pemakluman atas perbuatan jahat yang dilakukan pelakunya, sehingga menimbulkan rasa empati.

Empati sendiri merupakan kemampuan seseorang untuk memahami dan berbagi perasaan dengan orang lain, serta untuk mengenali dan memprediksi emosi orang atau kenapa seseorang berperilaku tertentu.

Rasa empati ini tidak hanya muncul ketika melihat sesuatu yang menyedihkan, tetapi juga bisa ditujukan pada pelaku kejahatan.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya