5. Pulau Sipadan
Lagi-lagi Malaysia mengambil alih pulau yang tadinya adalah bagian dari Indonesia. Pulau Sipadan namanya, hal itu sesuai dengan keputusan dari Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ).
Keputusan itu diambil lantaran, terdapat fakta bahwa Malaysia telah melakukan banyak pengurusan atas dua pulau ini. Beberapa di antaranya ialah pengoperasian mercusuar sejak 1960, serta perlindungan satwa burung. Kemudian menerapkan pajak pengambilan telur penyu yang terkenal dari Pulau Sipadan.
6. Blok Ambalat
Sejumlah pulau di Indonesia bukan hanya sekadar tanah, pasir dan pepohonan saja. Tapi di dalamnya juga terkandung mineral, hingga minyak mentah yang bisa dikelola untuk kebutuhan sumber daya.
Blok Ambalat sendiri sempat menjadi rebutan dan wilayah sengketa. Di mana antara Indonesia dan Malaysia saling klaim kalau itu adalah kawasannya. Apabila dilihat dari peta Indonesia, kawasan tersebut masuk ke dalam bagian Laut Sulawesi dan Selat Makassar.
Sementara Malaysia, mulai memetakan peta baru tepatnya pada 1960. Serta bersikukuh kalau Blok Ambalat adalah bagiannya. Perseteruan itu terus terjadi. Namun untungnya hingga kini, Blok Ambalat masih punya Indonesia.
8. Timor Leste
Tentunya Anda masih cukup ingat, bagaimana konflik antara Timor Leste dan Indonesia. Kala itu wilayah tersebut masih bernama Timor Timur dan masuk ke dalam bagian Nusa Tenggara.
Pada 2002 kawasan ini berhasil melepaskan diri dari Indonesia, dan memutuskan untuk mendirikan negara sendiri. Kemudian namanya pun berubah menjadi Timor Leste.
(Kurniawati Hasjanah)