INDONESIA menjadi salah satu negara kepulauan terbesar. Jumlah pulaunya pun mencapai ribuan, baik yang sering terlihat dan tersebut, maupun tidak pernah terdengar namanya. Saking bertebaran di mana-mana, beberapa di antaranya malah akan diincar oleh negara lain.
Dihimpun dari berbagai sumber, sayangnya beberapa pulau paling jauh di Indonesia itu berhasil diambil diakui sebagai bagian dari negara lain. Namun demikian, masih banyak pulau-pulau terpencil yang masih bisa diselamatkan.
Berikut ini 7 pulau terpencil yang jadi incaran negara lain, dan patut untuk dilindungi:
1. Perairan Sambas
Pada 2014, Malaysia sempat akan mengklaim perairan Tanjung Datuk di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat sebagai bagian dari wilayahnya. Akan tetapi pihak TNI Angkatan Laut (AL), langsung melakukan pencegahan aksi negara tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun, kabarnya Malaysia akan mendirikan mercusuar di perairan tersebut. Tapi nyatanya itu berhasil digagalkan, dan Perairan Sambas masih jadi bagian Indonesia.
2. Kepulauan Natuna
Selanjutnya adalah Kepulauan Natuna, sempat diakuisisi oleh China menjadi bagian dari negaranya. Padahal pulau tersebut masih dalam garis wilayah Indonesia, yakni tepatnya di Kepulauan Riau.
Hal tersebut diketahui, setelah nama Natuna masuk ke dalam peta terbaru China yang mereka keluarkan.
3. Pulau Batek
Di sekitar wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terdapat pulau-pulau kecil, dan kini kabarnya terancam diakuisisi oleh negara lain. Salah satunya adalah Pulau Betek.
Akan tetapi kini keberadaanya masih cukup aman, dan masih masuk ke dalam wilayah bagian dari Negara Republik Indonesia.
4. Pulau Ligitan
Sangat disayangkan, pulau ini nyatanya sudah terlepas dari Indonesia. Kini keberadaanya sudah jadi bagian dari wilayah Indonesia.
Letak Pulau Ligitan sendiri berada di sebelah utara Tarakan, Kalimantan Utara. Akan tetapi Tarakan sendiri adalah bagian dari Indonesia dan tidak ikut masuk dalam wilayah Malaysia.
5. Pulau Sipadan
Lagi-lagi Malaysia mengambil alih pulau yang tadinya adalah bagian dari Indonesia. Pulau Sipadan namanya, hal itu sesuai dengan keputusan dari Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ).
Keputusan itu diambil lantaran, terdapat fakta bahwa Malaysia telah melakukan banyak pengurusan atas dua pulau ini. Beberapa di antaranya ialah pengoperasian mercusuar sejak 1960, serta perlindungan satwa burung. Kemudian menerapkan pajak pengambilan telur penyu yang terkenal dari Pulau Sipadan.
6. Blok Ambalat
Sejumlah pulau di Indonesia bukan hanya sekadar tanah, pasir dan pepohonan saja. Tapi di dalamnya juga terkandung mineral, hingga minyak mentah yang bisa dikelola untuk kebutuhan sumber daya.
Blok Ambalat sendiri sempat menjadi rebutan dan wilayah sengketa. Di mana antara Indonesia dan Malaysia saling klaim kalau itu adalah kawasannya. Apabila dilihat dari peta Indonesia, kawasan tersebut masuk ke dalam bagian Laut Sulawesi dan Selat Makassar.
Sementara Malaysia, mulai memetakan peta baru tepatnya pada 1960. Serta bersikukuh kalau Blok Ambalat adalah bagiannya. Perseteruan itu terus terjadi. Namun untungnya hingga kini, Blok Ambalat masih punya Indonesia.
8. Timor Leste
Tentunya Anda masih cukup ingat, bagaimana konflik antara Timor Leste dan Indonesia. Kala itu wilayah tersebut masih bernama Timor Timur dan masuk ke dalam bagian Nusa Tenggara.
Pada 2002 kawasan ini berhasil melepaskan diri dari Indonesia, dan memutuskan untuk mendirikan negara sendiri. Kemudian namanya pun berubah menjadi Timor Leste.
(Kurniawati Hasjanah)