Kalau 8 jam per hari bahkan memiliki risiko 20 persen lebih tinggi. Kalau duduknya nonton televisi atau mengetik kemudian keluar sebentar untuk peregangan, ya tidak dalam risiko meninggal lebih cepat,” imbuhnya.
Hal ini, merujuk berdasarkan survei yang dilakukan terhadap lebih dari 100 ribu orang yang tinggal di 21 negara berbeda selama 11 tahun.
Bahkan, dari survei tersebut didapatkan bahwa kombinasi duduk yang lama, dan tidak aktif secara fisik sangat berbahaya dan hampir sama buruknya dengan merokok.
“Kombinasi duduk dan tidak aktif menyumbang 8,8 persen dari semua kematian. Itu mendekati kontribusi merokok sebesar 10,6 persen. Makanya ada istilah "sitting is the new smoking",” paparnya.