Setelah dikukus, tekstur akan berubah dan memiliki warna kecokelatan.
“Rasa dari makanan tiwul adalah tawar, sehingga gula merah diperlukan untuk memberi rasa manis. Makanan ini terasa lebih nikmat bila ditambahkan parutan kelapa,” kata Selviana Putri, warga penikmat tiwul.
Selanjutnya tiwul dibungkus menggunakan daun jati agar aromanya semakin menggoda. Pada masa penjajahan, makanan tradisional ini sangat populer karena tak ada beras.
Ternyata tiwul yang terbuat dari bahan singkong, memiliki kandungan vitamin C, kalsium, zat besi, protein dan fosfor. Bahkan makanan ini sering kali dijadikan sebagai alternatif pengganti nasi atau makanan diet.
(Kurniawati Hasjanah)