Bersama dengan Subardjo, Bung Karno dan Bung Hatta mengonfirmasi kebenaran kabar Sjahrir kepada Laksamana Maeda. Jawaban Maeda tidak jelas, dengan alasan pihaknya belum mendapat konfirmasi resmi. Maeda meminta sabar menunggu. Petinggi Angkatan Laut Jepang itu juga menganjurkan Soekarno dan Hatta bekerja seperti biasa di PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia).
“Soekarno maupun Hatta tampak gelisah dan terguncang serta kecewa,” kata Benedict Anderson dalam Java in a Time of Revolution.
Sementara di hari yang sama, yakni 15 Agustus 1945 Sjahrir sudah tidak sabar. Dia keukeuh Proklamasi Kemerdekaan harus segera dikumandangkan.
Dikutip dari Sjahrir Politik Dan Pengasingan di Indonesia, Sutan Sjahrir mengatakan, semua pesan telah disampaikan ke semua pos penting di Pulau Jawa bahwa proklamasi akan dikumandangkan setelah pukul lima petang hari itu.
Di Batavia atau Jakarta, demonstrasi akan dipusatkan di lapangan Gambir. Ribuan orang telah disiapkan. Stasiun radio dan kantor polisi militer (Kempei) akan direbut.