Teka-teki Naskah Proklamasi Versi Sutan Sjahrir yang Batal Dibacakan

Solichan Arif, Jurnalis
Jum'at 19 Agustus 2022 04:02 WIB
Sutan Sjahrir (dok Istimewa)
Share :

PERISTIWA Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta didahului dengan pergulatan pikiran antara Sutan Sjahrir dengan Bung Karno dan Bung Hatta.


Sutan Sjahrir yang sejak 15 Agustus 1945 menginginkan kemerdekaan segera diproklamirkan, telah menyusun teks proklamasi kemerdekaan.

Pada malam 16 Agustus 1945 di rumah Laksamana Maeda, teks karangan Sjahrir bahkan sempat didiskusikan. Namun, pada akhirnya teks proklamasi itu batal dibacakan.

Malam itu Sjahrir mengambil sikap pasif. Dia menolak bergabung lantaran pemikirannya soal Proklamasi Kemerdekaan sudah tak sejalan dengan Bung Karno dan Bung Hatta.

“Namun teks ini (karangan Sutan Sjahrir) langsung dibuang,” tulis Lambert Giebels dalam buku Soekarno Biografi 1901-1950.

Sutan Sjahrir yang kelak menjadi perdana menteri pertama Indonesia lebih dulu mendengar kabar menyerahnya Jepang kepada Sekutu. Sjahrir menyampaikan informasi gembira itu kepada Soekarno dan Bung Hatta, namun keduanya masih belum percaya sepenuhnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya