VARIAN BA.4 dan BA.5 memang menjadi penyebab kasus positif Covid-19 di berbagai negara meningkat, termasuk Indonesia. Sub varian dari Omicron ini pun bertanggung jawab menyebabkan tingginya penularan.
Apalagi, studi baru-baru ini mengklaim bahwa subvarian BA.5 dari varian Omicron, lebih tinggi menyebabkan infeksi ulang (reinfeksi) daripada varian lainnya. Penelitian dilakukan oleh tim peneliti dari Portugal.
Studi didasarkan pada analisis komparatif antara Omicron BA.2 dan Omicron BA.5. Dengan menggunakan catatan kesehatan elektronik dan data surveilans laboratorium SARS-CoV-2.
"Kami melakukan studi kasus dan studi kohort yang mencakup periode penggantian garis keturunan Omicron BA.2/BA.5 di Portugal, untuk membandingkan efektivitas vaksin primer dan lengkap, dosis penguat terhadap infeksi, rawat inap Covid-19, dan kematian," kata peneliti, dikutip dari Time of India.
Lebih lanjut hasil studi mengklaim kemungkinan infeksi ulang yang lebih tinggi diamati pada kasus BA.5 dibandingkan dengan BA.2. Di mana peneliti melihat perlindungan vaksinasi lebih rendah jika terinfeksi BA.5, hanya 77% dirawat inap.
"Perlindungan terhadap reinfeksi lebih rendah pada kasus BA.5 bila dibandingkan dengan BA.2. Di antara mereka yang terinfeksi BA.5, vaksinasi booster dikaitkan dengan masing-masing 77% dan 88% pengurangan risiko rawat inap dan kematian Covid-19 di rumah sakit. Sementara pengurangan risiko yang lebih tinggi ditemukan untuk kasus BA.2, dengan masing-masing 93% dan 94%," jelas studi tersebut.