MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyebut bahwa wisata sejarah masuk dalam kelompok rencana kerja pariwisata atau Tourism Working Group (TWG) di Forum G20 dengan konsep wisata berkualitas dan berkelanjutan.
Sandiaga saat diwawancarai mengenai potensi situs-situs sejarah zaman Belanda di Kota Bogor, usai mengikuti kegiatan gowes PHRI biketour 2022 mengungkapkan, wisata sejarah termasuk berkualitas karena memiliki lama tinggal wisatawan lebih lama dari jenis wisata lain.
"Karena land of stay (lama tinggal wisatawan) lebih lama (dari wisata biasa) dua atau tiga hari, kalau ini (wisata sejarah) empat sampai lima hari," kata Sandi mengutip Antara.
Selain itu, lanjutnya, wisata sejarah juga masuk dalam hal wisata yang berkelanjutan karena melestarikan lingkungan.
Dirinya lanjut Sandi, akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor agar potensi wisata sejarah di Kota Hujan itu bisa dikembangkan.
Bahkan dilakukan penjajakan kerja sama dengan konsep multilateral dengan Pemerintah Belanda dan Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).
"Tadi saya menyampaikan kalau misalnya Bogor bisa mulai menyiapkan, mungkin nanti sebagai Ketua APEKSI (Wali Kota Bogor Bima Arya), beberapa kota menjadi creative city center," tuturnya.