Teknik pembuatan kapal phinisi
Berbeda dengan kapal-kapal lainnya, kapal phinisi ini terbuat dari kayu. Bahkan kayu yang digunakan pun sangat khusus. Zaman dahulu, para pembuat kapal ini mendapatkan kayu-kayu tersebut tidak dengan menebang pohon. Tapi membeli dari gudang kayu. Bahkan tidak jarang juga didatangkan dari pulau lain di luar Sulawesi.
Uniknya, dalam pencarian bahan kayu pun ada hari baiknya, yakni harus mencari kayu di hari ke-5 dan ke-7 pada bulan yang sedang berjalan.
Angka 5 dalam bahasa Bugis sebagai simbol naparilimai dalle‘na, yang berarti rezeki sudah di tangan. Sementara angka 7 menyimbolkan natujuangngi dalle‘na, yang berarti selalu mendapat rezeki.
Mereka mencari kayu yang bagus dengan ukuran besar dan sudah berumur tua. Setelah mendapatkan kualitas kayu yang bagus, mereka memotong kayu-kayu itu. Kemudian kayu tersebut harus dikeringkan beberapa lama, agar lebih mudah dipotong.
Langkah selanjutnya kayu dipotong-potong sesuai kebutuhan dan dirakit menjadi perahu. Dan dilakukan proses pendempulan. Proses ini sangat penting untuk menghindari kebocoran kapal.
Setelah selesai barulah mulai proses perakitan. Menariknya, perakitan kapal phinisi ini dimulai dari lambung kapal lalu dilanjut dengan pemasangan tiang layar dan layarnya. Layarnya itu dijahit di tempat terpisah, diupahkan kepada tukang jahit yang ahli menjahit layar.
Layar pada kapal phinisi ini berjumlah tujuh layar. Empat layar besar di tengah, tiga layar topang di muka. Tujuh ini melambangkan tujuh samudra yang telah ditempuh oleh pinisi. Dan tahap terakhir uji coba kapal ke laut untuk melihat kondisi kapal ini layak atau tidak untuk berlayar.
Tahap terakhir adalah peluncuran perahu ke laut. Pada tahap ini, perahu ditarik bersama-sama menggunakan rantai dan tali. Seluruh pekerja ikut menarik perahu. Kalau sulit, kadang dipanggil pekerja tambahan untuk menariknya. Itu tergantung besar atau kecilnya perahu.
Perkembangan kapal phinisi
Hingga saat ini kapal phinisi masih konsisten menggunakan kapal kayu. Tak lagi dijadikan sebagai kapal pengangkut barang, kini kapal phinisi disulap jadi alternatif liburan yang mewah dan menyenangkan. Bahkan kini tren berlibur dengan kapal phinisi digandrungi oleh para wisatawan. Banyak destinasi wisata yang menawarkan berlibur dengan kapal phinisi, salah satunya adalah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
(Salman Mardira)