Ritual Jamasan Keris di Bulan Suro, Jadi Bagian dari Kearifan Lokal

Angga Rosa, Jurnalis
Senin 01 Agustus 2022 05:09 WIB
Ritual Jemasan Keris (dok MPI/Ainun Nadjib)
Share :

Dikatakannya, keris sebagai warisan budaya dunia bukan sesuatu yang berlebihan. Sebab di dalam sebilah keris banyak nilai-nilai budaya, seni dan filosofi yang bisa dipetik. Karena keris tidak hanya sekedar senjata tajam saja. Di dalam keris ada nilai filosofis, budaya, religi dan sebagainya.

"Teknik nenek moyang kita ( empu pembuat keris) meski sederhana namun sudah luar biasa, karena sudah bisa meleburkan baja, besi, dan titanium yang memiliki titik lebur yang berbeda-beda ke dalam keris. Inilah kelebihannya yang tidak dimiliki oleh bangsa lain pada massanya,” ujarnya.

Setiap bilah keris, baik yang lurus atau yang lekuk memiliki nama (dhapur) yang berbeda. Setiap nama itu mengandung arti filosofi dan makna yang berbeda pula.

Demikian pula pamor (corak) putih di bilah keris juga memiliki nama yang berbeda sesuai dengan gambar atau bentuknya.

Misalnya ada pamor yang bentuknya mirip kulit semangka, maka disebut pamor kulit semongko. Ada juga mirip daun blarak (daun kelapa), maka disebut pamor blarak dan sebagainya.

”Itulah keunikan keris,” tuturnya.

(Kurniawati Hasjanah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya