SEBAGIAN masyarakat Jawa menganggap Bulan Suro sebagai bulan yang sakral. Mereka memanfaatkan bulan ini dengan menjamas (membersihkan) pusaka.
"Menjamas keris merupakan bagian dari kearifan lokal, tradisi dari leluhur. Dan ada nilai filosofi dari tradisi menjamas itu,“ ujar pemerhati keris, Dekan Bawono (48) warga Domas, Sidorejo, Kota Salatiga.
Menurut Dekan, membersihkan keris sebaiknya tidak hanya di bulan sura saja. Jika sudah kotor dan muncul karat sebaiknya cepat dibersihkan. Namun karena sudah menjadi tradisi, maka sebagian orang yang memiliki pusaka menjamas keris pada bulan sura.
"Sebenarnya tujuan membersihkan keris itu supaya tidak karat dan korosi. Karena jika karat dan korosi, maka keris itu lama-lama akan keropos. Bila rusak maka unsur seni dan keindahannya otomatis akan hilang,” ujarnya.
Menurut Dekan untuk membersihkan keris, tergantung tingkat korosinya. Bila hanya kotor dan korosi sedikit, maka cukup dibersihkan dengan kain lap, kuas dengan dicampur minyak. Namun bila korosinya parah, bisa direndam dulu ke dalam air kelapa. Kemudian setelah karatnya rontok, dibilas dengan jeruk nipis.
"Selanjutnya dicuci dengan air dan diminyaki," ucapnya.