Namun ada satu hal yang tidak boleh dikomunikasikan dengan cara Turkish Bird language, yaitu soal percintaan. Jika itu terjadi, maka satu desa akan tahu percakapan asmara apa yang sedang didiskusikan.
Melihat fenomena langka ini, bio-psikolog berdarah Turki-Jerman, Onur Gunturkun pernah melakukan penelitian di Desa Kuskoy. Bagaimana warganya berkomunikasi dengan bahasa yang sangat unik.
"Saya benar-benar terpesona saat pertama kali mendengarnya. Dan saya langsung melihat relevansi bahasa ini untuk sains," ujar Onur Gunturkun.
Gunturkun telah melakukan penelitian asimetri otak yang menyatakan antara lain, bahwa bahasa lisan terutama diproses oleh belahan otak kiri, dan musik oleh kanan. Ada beberapa tumpang tindih dalam hal mengenali nada suara, misalnya – tetapi pada dasarnya mereka terlihat terpisah. Sungguh unik ya!
(Rizka Diputra)