Mengenal Tradisi Menjamas Keris di Bulan Suro, Ini Hal yang Perlu Diperhatikan

Angga Rosa, Jurnalis
Selasa 26 Juli 2022 13:03 WIB
Tradisi Menjamas Keris di Bulan Suro (dok MPI/Angga)
Share :

Dia mengatakan, untuk membersihkan keris, tergantung tingkat korosinya. Bila hanya kotor dan korosi sedikit, maka cukup dibersihkan dengan kain lap, kuas dengan dicampur minyak.

Namun bila korosinya parah, bisa direndam dulu ke dalam air kelapa. Kemudian setelah karatnya rontok, dibilas dengan jeruk nipis.

"Selanjutnya dicuci dengan air dan diminyaki," katanya.

Minyak apa untuk membersihan keris ? Menurut Dekan, tergantung dari pemiliknya sendiri.

"Sebenarnya, minyak untuk membersihkan keris bisa membuat sendiri dengan bahan baku minyak goreng. Minyak tersebut justru bagus karena awet dan tidak merusak bilah," ujarnya.

Jadi, kata dia, jangan salah persepsi. Memberi minyak pada keris itu berarti memberi sesaji. Itu persepsi yang salah. Makna yang terkandung jelas supaya selalu bersih, sehingga awet. Bila awet, seni dan keindahanya terjaga dan bisa diwariskan ke anak cucu sehingga tidak punah.

Bagaimana dengan cerita keris sakti dan sebagainya itu ? menurut Dekan, memang bagi yang percaya, keris ada yang memiliki tuah atau yoni tertentu. Namun demikian, intinya semua kekuatan itu berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Rakyat Indonesia harus berbangga memiliki warisan keris buatan para empu.

Karena selain wayang dan batik, senjata asli nusantara ini sudah diakui secara resmi oleh Unesco, lembaga PBB yang mengurusi budaya. Dimana keris masuk dalam peninggalan warisan dunia.

"Wayang, keris dan batik sudah diakui oleh Unesco ( PBB) sebagai warisan budaya dunia,” katanya.

Dia mengatakan, yang kini memiliki puluhan keris mulai dari jaman kerajaan Singasari hingga Mataram itu, diakuinya keris sebagai warisan budaya dunia itu tidaklah berlebihan, karena di dalam sebilah keris banyak nilai-nilai budaya, seni dan filosofi yang bisa dipetik.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya