JELANG pergantian tahun baru Islam atau tahun baru Jawa, terdapat tradisi yang biasa dilakukan masyarakat Jawa.
Misalnya saja tradisi menjamas keris di bulan Suro.
Seperti yang dilakukan pemerhati keris di Salatiga, Dekan Bawono (47) warga Domas, Sidorejo. Setiap bulan Suro lelaki ini pasti menjamas puluhan keris koleksinya.
"Menjamas keris merupakan bagian dari kearifan lokal, tradisi dari leluhur. Dan ada nilai filosofi dari tradisi menjamas itu,“ kata Dekan beberapa waktu lalu.
Menurutnya, sebenarnya keris tidak hanya dibersihkan pada bulan Suro saja. Alangkah baiknya jika sudah kotor dan muncul karat cepat dibersihkan.
Namun karena sudah menjadi tradisi, maka sebagian orang yang memiliki pusaka menjamas keris pada bulan Suro.
"Sebenarnya tujuan membersihkan keris itu supaya tidak karat dan korosi. Karena jika karat dan korosi, maka keris itu lama-lama akan keropos. Bila rusak maka unsur seni dan keindahannya otomatis akan hilang,” ujar alumnus UNS jurusan sejarah ini.