Mengenal Kerbau Bule Keraton Solo, Dipercaya Jadi Pengawal Pusaka Kiai Slamet

Ary Wahyu Wibowo, Jurnalis
Senin 25 Juli 2022 09:00 WIB
Kerbau Bule Keraton Solo (dok MPI/Ary Wahyu)
Share :

Pemindahan kekuasaan dari Demak ke Pajang yang dekat Pengging adalah upaya Joko Tingkir mengembalikan pengaruh kekuasaan kerajaan ke pedalaman yang sarat tradisi agraris. Dari sejarah itu, kerbau selalu dijadikan alat melegitimasi kekuasaan kerajaan.

Dalam budaya agraris, kerbau simbolisasi kekuatan petani. Sosok kerbau dihadirkan dalam kirab yang diikuti abdi dalem dan rakyat. Sebenarnya ingin menunjukkan legitimasi keraton atas rakyatnya yang sebagian besar petani.

Kemunculan kerbau bule Kiai Slamet dalam kirab adalah perpaduan antara legenda dan sage (cerita rakyat yang mendewakan binatang). Dalam pendekatan periodisasi sejarah, sosok kerbau bule ditengarai hadir semasa Paku Buwono (PB) VI pada abad XVII.

PB VI merupakan raja yang dianggap memberontak kekuasaan penjajah Belanda dan sempat dibuang ke Ambon. Meski PB VI dibuang ke Ambon, namun semangat pemberontakan dan keberaniannya menghidupi rakyatnya.

Dalam peringatan naik tahta, sekaligus pergantian tahun dalam penanggalan Jawa malam 1 Sura, muncul kreativitas menghadirkan sosok kerbau bule yang dipercaya sebagai penjelmaan pusaka Kiai Slamet dalam kirab pusaka.

(Kurniawati Hasjanah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya