DUA bayi komodo lahir di Bali Safari Park, Kabupaten Gianyar, Bali. Bayi komodo itu merupakan hasil pengembangbiakan pertama secara alami di Pulau Dewata.
Bali Safari Park sebelumnya telah berhasil mengembangbiakkan secara alami sebanyak 16 bayi komodo yang telah lahir pada 1 Maret 2022. Indukan komodo merupakan hasil pengembangbiakan terkontrol dari Taman Safari Indonesia Bogor-Cisarua yang diterima pada 2018.
Dari 16 anak komodo tersebut, dua di antaranya yang belum diberi nama. Manajemen Bali Safari Park lantas meminta Anggota Dewan Perwakilan Daerah, Made Mangku Pastika untuk memberikan nama.
Pastika memberikan nama Putu Mandara (anak komodo jantan) dan Made Mandari (anak komodo betina).
"Mandara itu berarti great, besar, agung dan juga singkatan dari maju, aman, damai sejahtera," ucap anggota Komite 2 DPD RI itu.
Dengan lahirnya bayi komodo yang menambah koleksi Bali Safari Park, juga dipandang semakin menambah daya tariknya karena dari Bali juga bisa melihat salah satu binatang purba yang habitat aslinya ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.
Sementara itu, General Manager Bali Safari Park, Marcel Driessen mengatakan, meskipun pandemi Covid-19, pihaknya memastikan kesehatan satwa-satwa di sana tetap terjaga dengan baik.
Pihaknya bersyukur kunjungan wisatawan terus mengalami peningkatan sejak Maret 2022 yang awalnya sekitar 15 ribu orang per bulan, menjadi rata-rata 25 ribu pada periode Juni-Juli 2022.
Terkait dengan agenda Presidensi G20 Indonesia, direncanakan juga akan ada kunjungan sejumlah delegasi ke Bali Safari Park.
Sementara itu drh Kadek Kesuma, selaku kurator satwa menambahkan, Bali Safari memiliki koleksi satwa lebih dari 100 spesies dengan jumlah total populasi 900 ekor.
Satwa-satwa yang menjadi koleksi Bali Safari tak saja yang merupakan satwa endemik/asli Indonesia, juga satwa liar dari India dan Afrika.
Selain pengembangbiakan komodo secara alami, sebelumnya juga berhasil melakukan penetasan buaya Senyulong 22 ekor pada 17 Januari 2020 dan pengembangbiakan burung Curik Bali.
"Kami juga masih ingat sebelumnya Bapak Mangku Pastika saat menjabat Gubernur Bali bersama-sama melakukan pelepasliaran burung curik/jalak Bali ke habitatnya di Taman Nasional Bali Barat," kata Kadek Kusuma.
(Rizka Diputra)