ANDA pasti pernah mendengar kalimat, jika orang miskin atau orang dengan penghasilan rendah lebih rentan sakit daripada orang kaya.
Bukan sekedar ungkapan atau isapan jempol semata, ternyata secara studi penelitian memang ternyata orang miskin bahkan disebutkan lebih cepat terserang penyakit daripada orang kaya, khususnya kaum perempuan.
Hal ini terungkap melalui studi penelitian yang dilakukan para peneliti di Austrian Academy of Sciences. Dalam penelitian yang telah dipublikaskan dalam jurnal akademik BMJ Open dengan judul "Socio-economic environment and survival in patients after ST-segment elevation myocardial infarction (STEMI): A longitudinal study for the City of Vienna tersebut, mencoba mempelajari latar belakang sosial ekonomi pasien kardiovaskular di Wina, Austria.
Mengutip Newsweek, Rabu (20/7/2022) hasil studi menunjukkan bahwa perempuan yang lebih miskin mengalami serangan jantung lebih cepat enam tahun, jika dibandingkan dengan perempuan kaya.
Para peneliti menyebutkan, perempuan miskin yang berpenghasilan rendah tidak memiliki perawatan kesehatan dan gaya hidup yang optimal dibandingkan dengan perempuan yang lebih kaya.
Penelitian ini sendiri digelar, dengan menghubungkan data observasi berbasis rumah sakit dari pasien serangan jantung dengan informasi mengenai lingkungan sosial ekonomi dan daftar kematian.