Sebagai ranting dari Omicron, maka secara genetik, varian BA.2.75 disebut Plummer memang memiliki gejala yang tidak jauh berbeda dengan varian BA.2, BA.4, BA.5, dan Omicron secara keseluruhan.
"Gejala BA.2.75 adalah batuk, kelelahan, hidung tersumbat, dan pilek," imbuhnya.
Namun menurutnya, gejala dari BA.2.75 lebih ringan dibanding infeksi Omicron original versi awal, terutama pada orang-orang yang sudah divaksinasi.
"Jadi, bisa dibilang gejala dari BA.2.75 akan lebih ringan daripada jenis Covid-19 sebelum-sebelumnya," lanjut Plummer, dikutip dari laman Health, Selasa (19/7/2022).
Perbedaan varian BA.2.75 yang pertama kali terdeteksi di India tersebut dengan subvarian Omicron lainnya, terletak di spike protein yang dimiliki, seperti dikutip dari Gulf News. Banyaknya mutasi unik yang dimiliki BA.2.75 tersebut lah, yang berpotensi memperburuk kondisi pandemi saat ini.
"Para ilmuwan telah menyebutkan bahwa BA.2.75 memiliki setidaknya 11 mutasi unik dibanding BA.5. Ini membuatnya sangat menular," ungkap laporan tersebut.
Selain itu, ada 36 asam amino yang bermutasi dalam protein spike BA.2.75. Dengan mutasi tersebut, itu menyumbang sekitar 10 persen dari genom SARS-CoV2.
(Rizky Pradita Ananda)