Jangan Panik, Ahli Sebut Gejala Varian BA.2.75 Lebih Ringan

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 19 Juli 2022 12:22 WIB
Covid-19 (Foto: Freepik)
Share :

MENTERI Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin pada Senin 18 Juli lalu baru saja mengumumkan secara resmi, varian BA.2.75 sudah masuk ke Indonesia.

Kementerian Kesehatan mencatat, sudah ada tiga kasus varian BA.2.75 di Tanah Air, dengan spesifikasi satu kasus di Bali dan dua kasus di DKI Jakarta.

Varian BA.2.7, merupakan subvarian Omicron yang berasal dari mutasi BA.2. Subvarian ini dipercaya sangat mudah menyebar antar sesama manusia dan mampu melawan sistem antibodi yang diciptakan dari vaksinasi.

Jasmine Plummer, PhD, asisten profesor dan direktur asosiasi inti genomik di Cedars Sinai Medical Center menyebutkan subvarian ini sebagai ranting dari Omicron.

"Jika menganalogikan seperti satu pohon, Omicron adalah pohonnya, BA.2 adalah batangnya, sedangkan BA.2.75 adalah ranting di batang BA.2," ungkap Jasmine Plummer, PhD.

 BACA JUGA:Menkes Budi Sebut Varian BA.4 dan BA.5 Punya Kemampuan 3 Kali Lipat Menembus Vaksin

BACA JUGA:Menkes Budi: Sudah Ada 3 Kasus Varian BA.2.75 di Indonesia

Sebagai ranting dari Omicron, maka secara genetik, varian BA.2.75 disebut Plummer memang memiliki gejala yang tidak jauh berbeda dengan varian BA.2, BA.4, BA.5, dan Omicron secara keseluruhan.

"Gejala BA.2.75 adalah batuk, kelelahan, hidung tersumbat, dan pilek," imbuhnya.

Namun menurutnya, gejala dari BA.2.75 lebih ringan dibanding infeksi Omicron original versi awal, terutama pada orang-orang yang sudah divaksinasi.

"Jadi, bisa dibilang gejala dari BA.2.75 akan lebih ringan daripada jenis Covid-19 sebelum-sebelumnya," lanjut Plummer, dikutip dari laman Health, Selasa (19/7/2022).

Perbedaan varian BA.2.75 yang pertama kali terdeteksi di India tersebut dengan subvarian Omicron lainnya, terletak di spike protein yang dimiliki, seperti dikutip dari Gulf News. Banyaknya mutasi unik yang dimiliki BA.2.75 tersebut lah, yang berpotensi memperburuk kondisi pandemi saat ini.

"Para ilmuwan telah menyebutkan bahwa BA.2.75 memiliki setidaknya 11 mutasi unik dibanding BA.5. Ini membuatnya sangat menular," ungkap laporan tersebut.

Selain itu, ada 36 asam amino yang bermutasi dalam protein spike BA.2.75. Dengan mutasi tersebut, itu menyumbang sekitar 10 persen dari genom SARS-CoV2.

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya