LUCINTA Luna selalu memberikan kabar terkininya usai operasi plastik. Ia mengaku jahitan bekas operasinya sampai sobek gara-gara berjoget.
“Ratu kapok joget-joget lagi,” kata Lucinta Luna seperti dikutip dari Instagramnya.
Diketahui, sebelumnya Lucinta Luna melakukan serangkaian operasi plastik di Korea Selatan. Mulai dari operasi ‘potong leher’, operasi rahang, hingga operasi tulang ekor. Ia bahkan mengaku mau operasi bibir dan ganti kulit.
Rupanya menjalani operasi plastik bisa memberikan dampak tersendiri. Bahayanya lagi, si pelaku bisa mengalami sindrom dismorfik.
Seksolog Zoya Amirin menjelaskan, sindrom dismorfik atau body dysmorphic disorder merupakan penyakit mental kronis di mana seseorang kurang puas dengan kondisi tubuh yang dimiliki, sehingga melakukan perubahan tanpa berhenti.
Penyakit ini, kata dia, terjadi pada orang-orang yang memiliki kekhawatiran yang berlebihan soal penampilannya, terutama kecantikan.
Padahal, mereka memiliki tubuh sempurna, namun masih kurang puas dan tidak merasa menarik.
Zoya memperingatkan seseorang yang melakukan bedah estetik besar agar tidak terjerumus pada sindrom dismorfik.
Gejalanya dapat dilihat dengan seksama, seperti depresi, fobia social, dan gangguan jiwa.
Pasalnya, menurutnya, operasi plastik mampu membuat seseorang ketagihan dan terkadang merasa kurang puas dengan hasilnya, sehingga membuat mereka terus- menerus melakukan perubahan pada penampilannya.
BACA JUGA:Lucinta Luna Sibuk Latihan Berdiri, Berapa Lama Waktu Penyembuhan Operasi Tulang Ekor?
“Orang yang melakukan bedah plastik jangan sampai terkenal sindrom Michael Jackson, yaitu dismorfik yang merasa kurang puas hingga melakukan pembedahan total, kemudian tidak puas dengan hasilnya. Akhirnya, terlihat sangat aneh dan bukan menjadi dirinya sendiri,” jelasnya.