Padahal, apa yang ada di tubuh ini sudah merupakan kesempurnaan yang tidak bisa ditandingi, sekalipun oleh ahli bedah yang tidak akan bisa sempurna menciptakan tangan atau telinga.
"Sayangnya, seseorang dengan gangguan ini kerap memilih 'jalan' yang merugikan diri mereka sendiri, termasuk mencoba solusi ilegal asal ketidaksempurnaan yang menurutnya mengganggu bisa diperbaiki," kata dr Cortes.
Bahkan, pada banyak kasus orang dengan Body Dysmorphic Disorder rela melakukan operasi plastik berkali-kali di area yang sama sampai dirinya mereka sempurna menurut versinya sendiri.
"Kecanduan operasi plastik sama merusaknya dengan pasien kecanduan lain. Penting bagi ahli bedah, pun anggota keluarga dan teman-teman penderita untuk menasihati agar mencari bantuan dan konseling ke profesional," sarannya.
"Ingat, semakin banyak tindakan operasi plastik yang dikerjakan di satu area khususnya, itu malah meningkatkan hasil gagal," tambah dr Cortes.
(Dyah Ratna Meta Novia)