2. Masjid Sultan Suleiman
Dalam sejarahnya, masjid ini dibangun sebagai penghormatan Sultan Ottoman Suleiman dan istrinya dari Ukraina, Roxelana. Dari segi arsitekturnya, Sultan Suleiman menggabungkan gaya Ottoman dengan Tatar lokal. Dikutip dari Middle East Eye, masjid yang terletak di Mariupol ini menjadi salah satu masjid paling berornamen di Ukraina.
Letaknya sendiri tepat berada di tepi Laut Azov, Kota Mariupol. Lebih lanjut, masjid ini dikatakan terinspirasi dari Masjid Suleymaniye di Istanbul. Dibiayai pengusaha Turki Salih Cihan, Masjid Sultan Suleiman dibuka untuk jamaah pada 2007.
Saat invasi Rusia, banyak pemberitaan yang menyatakan masjid ini dibom. Namun, berita tersebut tidak benar. Pejabat masjid Sultan Suleiman sendiri mengklaim bahwa bom jatuh sekitar 700 meter dari komplek masjid.
3. Masjid Buyuk Juma Jumi
Pada sejarahnya, rencana pembangunan masjid Buyuk Juma Jumi telah digagas sejak 1996. Setelah bertahun-tahun mengalami penundaan birokrasi, akhirnya pada 2008 komunitas Tartar setempat mendirikan kawasan di sekitar lokasi masjid. Mereka mulai mengangkut batu kapur ke lokasi pembangunan masjid.
Dikutip dari Middle East Eye, langkah ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap penundaan pembangunan oleh pemerintah. Setelahnya, Turki menyediakan biaya konstruksi sekitar USD10 juta. Nantinya masjid raksasa ini diharapkan bisa menjadi tempat ibadah terbesar di Semenanjung Krimea.
Dengan luas 1.400 meter persegi, Masjid Buyuk Juma Jumi dikatakan memiliki kapasitas hingga 4.000 jamaah. Selain itu, tersedia juga kubah setinggi 28 meter yang diapir menara setinggi 50 meter. Perencanaan arsitekturnya menggunakan gaya Ottoman. (Lutfan Faizi) (nia)
(Salman Mardira)