Danau Toba
Danau Toba dinobatkan sebagai danau terbesar nomor 3 di Asia Tenggara, setelah Danau Kaspia dan Danau Baikal. Di balik indahnya Danau Toba tersimpan juga kisah unik seorang petani bernama Toba.
Toba merupakan petani yang di suatu waktu hendak membersihkan ikan hasil tangkapannya. Betapa terkejutnya ia ketika ikan tersebut berubah menjadi sosok putri cantik.
Karena telah terbebas dari kutukan, putri tersebut bersedia untuk menjadi istri Toba dengan syarat, jangan pernah memberitahu asal-usulnya kepada orang.
Mereka pun menikah dan mempunyai anak bernama Samosir. Samosir tumbuh menjadi anak yang memiliki nafsu makan tinggi. Pada suatu hari, Samosir diminta ibunya untuk mengantarkan bekal untuk Toba yang sedang bekerja di sawah.
Samosir menurutinya, namun di tengah jalan ia malah memakan bekal ayahnya dan sampai dengan bekal yang kosong. Akibatnya, Toba marah kepada Samosir karena telah menghabiskan bekalnya.
Toba lantas mengumpat bahwa Samosir merupakan anak dari jelmaan ikan. Karena melanggar syarat yang diberikan istrinya, keluarlah semburan mata air yang membentuk sebuah danau yang kini disebut sebagai Danau Toba.
Adapun pulau kecil di tengahnya diberi nama Pulau Samosir untuk mengenang sang anak.
(Salman Mardira)