Ciri yang ketiga, pelaku lebih cepat memanipulasi emosional si korban. Jadi, oknum-oknum seperti ini selalu mencari tahu dan menanyakan informasi pribadi calon korbannya. Semakin banyak informasi pribadi yang diterima, maka semakin mudah untuk memanipulasi korban.
Keempat, jika emosional sudah bermain di situlah para pelaku ini akan meminta uang dengan berbagai alasan klasik. Lalu apabila emosional korbannya sudah bisa dikuasai, maka pelaku akan melakukan hal-hal yang di luar nalar.
"So kalau connection emotional bermain, logika pun hilang. Apalagi perempuan, pakai hati," tandas Ike.
(Rizky Pradita Ananda)