"Tanah Lot sendiri memiliki dua kata yakni Tanah dan Lot. Tanah diartikan dataran/tanah, sedangkan Lot artinya laut, jadi Tanah Lot berarti dataran yang berada di tengah laut," kata Kepala Divisi Promosi dan Pengembangan Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot, Kadek Niti.
Dataran yang dimaksud adalah bangunan pura Hindu yang konon dibangun pada abad ke-16 oleh seorang pendeta dari Kerajaan Majapahit bernama Dang Hyang Nirartha, untuk memuja Dewa Baruna (Dewa Laut).
Pura adalah tempat suci bagi umat Hindu di Bali yang sangat terjaga kesakralannya, karena itu tidak semua orang yang datang diperbolehkan masuk ke areal pura. Hanya mereka yang punya tujuan untuk sembahyang saja.
Alam dan tradisi
Setiap pura di Bali pada hari tertentu akan ada upacara besar, tidak terkecuali di pura Tanah Lot Beraban. Upacara keagamaan di Pura Tanah Lot dilaksanakan dalam periode 210 hari kalender Bali, atau sekitar 6 bulan kalender masehi.
(Foto: Instagram/@philbtt)
"Upacara di pura Tanah Lot dilakukan pada Buda Wage Langkir yang jatuh setiap empat hari setelah hari Raya Kuningan dan diadakan selama 3 hari," kata Kadek Niti.
Akibat Pandemi Covid-19 dan Omicron, Tanah Lot pun sempat tutup dua tahunan sejak awal 2020 dan baru dibuka kembali untuk pertama kalinya pada 8 September 2021.
Namun, pengunjung Tanah Lot diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, memindai barcode pada aplikasi PeduliLindungi, dan mengikuti pemeriksaan sertifikat vaksinasi.
Selain wisatawan dengan disiplin prokes itu, menjelang KTT G20 pada 15-16 November 2022, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga siap menampung kedatangan tamu petinggi negara dalam rangkaian KTT G20, termasuk ke Tanah Lot.
"Kami siap menampung kedatangan tamu pejabat tinggi negara ke objek wisata Tanah Lot, tentunya dengan protokol kesehatan untuk kebaikan bersama," kata Sekda Pemda Tabanan, I Gede Susila.