Ketua Peneliti Vaksin Merah Putih, Profesor Fedik Abdul Rantam membenarkan bahwa virus Covid-19 yang dikembangkan menjadi Vaksin Merah Putih berasal dari tubuh pasien Indonesia. Antigen yang didapat ini, kemudian diisolasi dan memenuhi kriteria untuk dikembangkan menjadi vaksin.
Ia menerangkan, proses isolasi virus yang dilakukan pada kasus awal Covid-19 di Indonesia memerlukan waktu yang panjang sampai akhirnya 12 Mei 2020 isolat virus berhasil didapatkan. Dari total 59 yang didapat, akhirnya hanya satu isolat yang lolos dan layak.
"Awalnya kami menerima 59 sampel virus Covid-19 yang diambil dari pasien Covid-19 di Surabaya. Lalu, kami isolasi virus itu dan yang 'bertahan' hanya 27 isolat. Dari 27 ini, kemudian kami validasi menjadi tiga isolat yang berpotensi dikembangkan. Pada akhirnya hanya satu isolat virus yang dipakai dalam pengembangan virus," tutur Prof. Fedik.
BACA JUGA:Uji Klinis Fase 3 Vaksin Merah Putih Butuh 4005 Subjek Penelitian
BACA JUGA:Vaksin Merah Putih Diprediksi Bisa Kantongi Izin BPOM Tepat 17 Agustus
(Rizky Pradita Ananda)