Karena itu, Museum Multatuli di sini lengkap diisi mulai perjalanan jalinan cerita tentang Batavus Droogstoppel, seorang pedagang kopi dan contoh yang tepat tentang seorang orang kaya yang kikir.
Cerita ini mengibaratkan orang Belanda mengeruk keuntungan dari warga pribumi yakni masyarakat Kabupaten Lebak diperas oleh bupati untuk membayar pajak dan tanam paksa.
Selain itu juga kisah tentang masyarakat lokal tentang kisah asmara Saidjah dan Adinda. Selain itu juga komentar dan tulisan mengenai pengalaman Multatuli yang bekerja untuk Pemerintahan Hindia Belanda.
Pada bagian akhir buku ini, Multatuli menyampaikan permintaan secara sungguh-sungguh langsung kepada Raja William III untuk menghentikan tindakan sewenang-wenang di atas daerah jajahan Belanda.
"Kita optimistis kunjungan wisatawan yang datang ke sini ditargetkan 30 ribu orang bisa terealisasi," sambung Ubaidillah.
Sementara, Sri (45), koordinator wisatawan dari Gereja Bunda Maria Segala Bangsa Cileungsi Kabupaten Bogor mengatakan, dirinya datang bersama 280 siswa yang juga jamaah gereja terdiri dari pelajar SD sampai SMA mengunjungi Museum Multatuli untuk menambah pengetahuan dan keimanan, dimana sejarah Max Havelaar itu adanya penindasan terhadap warga pribumi.