Keris - keris itu memiliki nominal beragam jika dirupiahkan, mulai dari harga Rp 5 juta hingga Rp 250 juta, yang termahal. Khusus keris termahal dilabelkan pada keris Singo Barong dari era Kerajaan Majapahit. Pasalnya keris itu memiliki bahan baku dari gading gajah, yang disebut saat ini satu kilogram gading gajah saja bisa mencapai Rp 23 juta, karena terlalu langkanya.
"Keris ini kan artefak, semakin lama sejarahnya bakal semakin mahal, karena tadi barang yang berharga. Jadi harganya selalu naik, kedua era pembuatannya, semakin tua ya otomatis tambah mahal. Kalau yang di sini (termahal harga) Rp 250 juta Singo Barong dari Majapahit bahannya gading gajah dan batu berlian, itu pernah ditawar orang Djarum Rp 150 juta, nggak saya kasih," terangnya.
Selain keris dari era Majapahit, keris Sengkalat era Sultan Agung Mataram Islam juga menjadi koleksi keris termahal yang dipamerkan. Keris tersebut berhias beberapa batu berlian asli dengan harga yang mahal.
"Sekarang satu berlian paling murah Rp 1 juta. Keris lain yang mahal itu Nogosapto era PB (Pakubuwana) XI, Nogorojo era PB (Pakubuwana) XI, itu bahannya emas," ucapnya.
Namun mahalnya harga keris yang dipamerkan, tak membuat para kolektor dan pihak penyelenggara pameran membatasi pengunjung menyentuh keris - keris tersebut. Bahkan beberapa pengunjung diizinkan untuk memegang dan berfoto dengan membawa keris.
Hanya diakui Sam Wes beberapa keris memang diakui sudah cukup rapuh, karene termakan usia. Biasanya yang termakan usia seperti ini keris dari Kerajaan Singasari, perlu pengawasan ekstra.
"Kalau perawatan khusus kita biasanya pakai minyak minyak sandescon dibuat itu, ditambahkan aroma melati, itu supaya anti karat, yang lain-lainnya tidak ada," ujarnya
Di sisi lain Supervisor Auto 2000 Malang Agus Suhedi menuturkan, pameran keris sengaja dihadirkan untuk menarik pengunjung sambil melestarikan budaya asli Indonesia. Pasalnya keris memiliki sejarah panjang dengan beragam kisah kearifan budayanya yang dapat mengedukasi masyarakat.
"Ini sangat harus kita lestarikan, apalagi di Kota Malang, kota penuh histori, banyak histori kerajaannya di sini Singosari, dari kerajaan - kerajaan dahulu pasti ada hal - hal edukasi untuk masyarakat, kelas medium up, penikmat - penikmat ini sesuai dengan segmen. Siapa tahu bisa datang, lihat keris, sambil lihat mobil itu saja," beber Agus.
(Salman Mardira)