Bisa juga ditambah dengan gejala lain, seperti sesak nafas, munculnya keringat dingin, mual, muntah, dan pusing. Bisa juga, gejala serangan jantung dijumpai mirip dengan keluhan GERD atau maag. Bahkan ada juga penderita serangan jantung yang tidak mengalami gejala namun langsung mengalami henti jantung atau mati mendadak.
Dokter Denio menambahkan kondisi serangan jantung termasuk dalam kegawatdaruratan yang butuh waktu penanganan secepat mungkin oleh tim emergency dan spesialis jantung, kematian akibat serangan jantung bisa jadi dampak yang terjadi akibat pasien terlambat mendapatkan penanganan medis.
"Apabila serangan jantung yang luas, parah, terlambat atau tidak tertangani dengan baik, maka kemungkinan komplikasi yang ditimbulkan akibat serangan jantung akan semakin berat, seperti gangguan irama jantung atau aritmia, gagal jantung, syok kardiogenik, dan henti jantung yang dapat berujung pada kematian," tambahnya.
BACA JUGA:Hati-Hati, Aritmia Jantung Bisa Tingkatkan Risiko Stroke hingga 5 Kali Lipat Loh
BACA JUGA:Studi: Penyintas Covid-19 Berisiko 2,5 Kali Lebih Tinggi Kena Serangan Jantung