Ia pun menambahkan bahwa penamaan 'Vaksin BUMN' itu bukan bermaksud ingin jemawa menyombongkan diri. Hal ini semata-mata, hanya karena penamaan itu harus dilakukan BUMN sebagai persyaratan registrasi di awal.
Sebagai informasi, vaksin BUMN sekarang sudah memasuki fase 3 uji klinis. Pada tahapan inilah, peneliti akan mengujikan vaksin pada 4.050 subjek studi yang berusia 18-70 tahun. Namun sayangnya, tidak dijelaskan secara detail di mana saja lokasi penelitian digelar.
Sesuai rencana, jika vaksin BUMN ini dinyatakan aman dan bermanfaat, maka akan diperuntukkan sebagai vaksin booster Covid-19 dan vaksin Covid-19 untuk anak. Mengingat vaksin untuk anak masih belum banyak tersedia saat ini.
(Rizky Pradita Ananda)