Tahukah Anda bahwa tanggal 5 Juni diperingati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia? Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day ini ditetapkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 1974.
Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi titik tolak bahwa masyarakat dunia perlu lebih peduli lagi menyikapi masalah kelestarian lingkungan hidup dan beragam upaya untuk menjaga dan mempertahankan kesehatan kondisi lingkungan di sekitarnya.
Begitu pun saat kita berwisata, peduli terhadap lingkungan menjadi suatu tren wisata yang harus disosialisasikan. Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia banyak cara yang dapat dilakukan seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat wisata, mengurangi sampah plastik, dan memilih oleh-oleh kerajinan lokal yang ramah lingkungan.
"Pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan akan menjadi tren pariwisata di masa mendatang," ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dalam menyikapi sektor pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan (quality & sustainable tourism).
Terlebih wisata yang berbasis alam dan lingkungan mempunyai peminat yang cukup tinggi. Sandiaga menyebutkan, kegiatan wisata di alam terbuka seperti pantai dan pegunungan banyak diminati wisatawan.
Mari kita simak upaya dalam mendukung kelestarian lingkungan di tempat wisata:
1. Memilih tempat menginap
Menentukan hotel atau tempat menginap lainnya saat liburan terdengar sederhana. Akan tetapi, pilihan tempat menginap yang tepat juga bisa menjadi salah satu wujud aksi dukungan untuk kelestarian lingkungan hidup.
Contohnya, Anda bisa memilih hotel, hostel, vila, atau resort yang telah bersertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, & Environmental Sustainability) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Sertifikat CHSE ini menunjukkan, tempat menginap telah memenuhi standar kebersihan, kesehatan, keamanan, dan mendukung keberlangsungan lingkungan.
Jadi, ketika memilih hotel, jangan lupa mengecek statusnya di www.chse.kemenparekraf.go.id. Tidak perlu khawatir, sekarang semakin banyak hotel atau tempat menginap lainnya #DiIndonesiaAja yang telah bersertifikat CHSE. Misalnya, hotel di Bandung, Yogyakarta, Bali, dan Lombok. Tidak semua hotel berbintang telah mendapatkan sertifikasi CHSE, jadi Anda perlu jeli dalam memilihnya.
2. Menggunakan transportasi umum
Cidomo, angkutan transportasi khas Lombok yang ramah lingkungan dan digemari wisatawan. (Foto: Barry Kusuma)
Transportasi umum tidak hanya terkait dengan penggunaan sarana transportasi seperti pesawat terbang, kereta api, dan kapal laut. Saat berwisata di suatu destinasi, sebaiknya prioritaskan untuk menggunakan transportasi umum yang tersedia. Pemanfaatan transportasi umum dapat mendukung upaya mengurangi emisi gas buang sehingga meminimalkan polusi udara.
Contohnya ketika mengunjungi Bali atau Yogyakarta. Belum banyak orang yang mengetahui di Bali juga terdapat bus umum untuk para wisatawan. Bus umum yang dilengkapi dengan AC ini tersedia di sejumlah titik di pusat-pusat wisata.
Di Yogyakarta pun demikian. Tersedia bus umum yang dapat mengantarkan Anda menuju ke sejumlah tempat wisata. Halte bus ini bisa Anda temukan di kawasan wisata Malioboro hingga Candi Prambanan. Yogyakarta juga memiliki transportasi umum becak dan andong yang banyak dijumpai di sekitar kawasan Malioboro hingga kawasan Keraton Yogyakarta.
Lain halnya ketika Anda berwisata ke pantai-pantai di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Transportasi umum di Lombok bukanlah bus, melainkan cidomo atau kereta yang ditarik kuda. Karena tidak menggunakan bahan bakar fosil, cidomo bisa menjadi transportasi umum di kawasan pantai yang ramah lingkungan.
3. Menerapkan “ecotourism”
Pariwisata berbasis lingkungan atau ecotourism bisa dikatakan sebagai tren kekinian. Buktinya, semakin banyak wisata yang menawarkan aksi nyata yang lebih banyak terkait penyelamatan lingkungan.
Contohnya adalah aksi membersihkan Pantai Kuta di Bali. Sebagai salah satu pantai populer di Bali, sampah menjadi masalah tersendiri di Pantai Kuta. Menariknya, aksi pembersihan sampah di pantai ini justru dipelopori oleh warga asing yang berwisata di Bali. Meskipun dipelopori warga asing, Anda sebagai warga negara Indonesia pun sebaiknya turut berperan serta di dalamnya. Tidak hanya aksi bersih sampah, Pemerintah Provinsi Bali membuat kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Tujuannya agar Bali terbebas dari limbah plastik dan persoalan sampah tidak mengganggu pariwisata Bali.
(Foto : Wonderfulimage/Azhari Setiawan)
Saat #BeliKreatifLokal sebagai oleh-oleh ketika berwisata, Anda pun bisa mendukung ecotourism. Sebagai contoh, kerajinan tangan yang dijual di pusat oleh-oleh Yogyakarta kini telah banyak yang terbuat dari bahan-bahan alami. Misalnya, tempat menyimpan perhiasan yang terbuat dari dedaunan, tas yang terbuat dari pelepah eceng gondok, hingga tas yang terbuat dari anyaman mendong.
BACA JUGA:Bersepeda sambil Berwisata Coba di 5 Lokasi ini
4. Melestarikan ekosistem
Taman Wisata Mangrove Klawalu, Sorong, Papua (Foto : Wonderfulimage/Azhari Setiawan)
Keterlibatan lebih tinggi dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sangat mungkin dilakukan saat liburan. Hal ini terutama dalam kaitannya untuk melestarikan ekosistem. Sebagai contoh adalah menanam bibit bakau di pantai.
Dikutip dari website Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), terdapat lima lokasi wisata hutan mangrove atau hutan bakau yang populer di Indonesia. Kelima lokasi tersebut adalah Taman Wisata Alam Angke Kapuk (Jakarta), Hutan Bakau Karimun Jawa (Jawa Tengah), Hutan Bakau Kulon Progo (DIY), Hutan Bakau Bedul (Jawa Timur), dan Hutan Bakau Tarakan (Kalimantan Utara).
Di luar itu, sebenarnya masih banyak hutan bakau lain di Indonesia. Saat berwisata di hutan bakau, Anda juga bisa mengikuti aktivitas penanaman bibit bakau sambil menikmati keindahan panorama hijau di sekitar hutan bakau. Berfoto di sekitar hutan bakau dengan latar pemandangan hijau pun akan menjadi pengalaman tersendiri.
(Foto : Wonderfulimage/Azhari Setiawan)
Contoh lainnya, aksi pelepasan anak penyu atau tukik di pantai. Anda bisa berpartisipasi dalam aktivitas pelepasan tukik ini di Pantai Nusa Penida di Bali atau Pantai Cemara di Banyuwangi, Jawa Timur. Melepas tukik ini juga dapat mengajarkan anak-anak pentingnya melestarikan hewan langka di Indonesia. Sambil melepas tukik, Anda pun bisa menikmati keindahan pantai-pantai di Bali dan Banyuwangi.
Tidak hanya itu. Sejumlah hotel dan resort pun kini mulai menawarkan wisata yang berbasis lingkungan. Salah satunya adalah Nihi Sumba yang berlokasi di Nusa Tenggara Timur. Hotel yang mengusung tema alam ini mengajak para tamu hotelnya untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
Jika mencintai alam dan budaya #DiIndonesiaAja, sudah sepatutnya jika kita turut menjaga kondisi alamnya dan aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Harapannya sederhana, semoga keindahan alam dan budaya Indonesia terawat dan terjaga hingga dapat diwariskan ke anak cucu ke depannya. Tidak hanya saat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, aksi nyata untuk melestarikan lingkungan dapat dilakukan kapan saja saat Anda berwisata. Jangan lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak selama Anda plesiran.
Untuk mengikuti perkembangan informasi wisata terbaru dan ekonomi kreatif yang ada #DiIndonesiaAja, Anda bisa memantau dan follow akun Instagram @pesona.indonesia dan ikuti juga Pesona Punya Kuis (PUKIS) yang hadir dua kali di setiap bulannya, dan Anda bisa mendapatkan hadiah uang tunai jutaan rupiah dan merchandise dari Wonderful Indonesia. Mari jaga keindahan pesona wisata Indonesia bersama-sama, ya! (WLD/VAL)
CM
(Fitria Dwi Astuti )