3. Menerapkan “ecotourism”
Pariwisata berbasis lingkungan atau ecotourism bisa dikatakan sebagai tren kekinian. Buktinya, semakin banyak wisata yang menawarkan aksi nyata yang lebih banyak terkait penyelamatan lingkungan.
Contohnya adalah aksi membersihkan Pantai Kuta di Bali. Sebagai salah satu pantai populer di Bali, sampah menjadi masalah tersendiri di Pantai Kuta. Menariknya, aksi pembersihan sampah di pantai ini justru dipelopori oleh warga asing yang berwisata di Bali. Meskipun dipelopori warga asing, Anda sebagai warga negara Indonesia pun sebaiknya turut berperan serta di dalamnya. Tidak hanya aksi bersih sampah, Pemerintah Provinsi Bali membuat kebijakan pembatasan penggunaan plastik sekali pakai. Tujuannya agar Bali terbebas dari limbah plastik dan persoalan sampah tidak mengganggu pariwisata Bali.
(Foto : Wonderfulimage/Azhari Setiawan)
Saat #BeliKreatifLokal sebagai oleh-oleh ketika berwisata, Anda pun bisa mendukung ecotourism. Sebagai contoh, kerajinan tangan yang dijual di pusat oleh-oleh Yogyakarta kini telah banyak yang terbuat dari bahan-bahan alami. Misalnya, tempat menyimpan perhiasan yang terbuat dari dedaunan, tas yang terbuat dari pelepah eceng gondok, hingga tas yang terbuat dari anyaman mendong.
BACA JUGA:Bersepeda sambil Berwisata Coba di 5 Lokasi ini
4. Melestarikan ekosistem
Taman Wisata Mangrove Klawalu, Sorong, Papua (Foto : Wonderfulimage/Azhari Setiawan)
Keterlibatan lebih tinggi dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sangat mungkin dilakukan saat liburan. Hal ini terutama dalam kaitannya untuk melestarikan ekosistem. Sebagai contoh adalah menanam bibit bakau di pantai.
Dikutip dari website Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), terdapat lima lokasi wisata hutan mangrove atau hutan bakau yang populer di Indonesia. Kelima lokasi tersebut adalah Taman Wisata Alam Angke Kapuk (Jakarta), Hutan Bakau Karimun Jawa (Jawa Tengah), Hutan Bakau Kulon Progo (DIY), Hutan Bakau Bedul (Jawa Timur), dan Hutan Bakau Tarakan (Kalimantan Utara).